Tips Etika Dalam Berkomunikasi Dengan Dosen atau Guru
Kampus selain untuk tempat
belajar atau lazimnya disebut dengan kegiatan kuliah adalah dunia mahasiswa
dalam bersosial, berkarya dan mengeluarkan potensi diri sebelum mereka terjun
ke lingkungan masyarakat umum dan dunia kerja yang notabene didalamnya terdapat
banyak perbedaan dalam hal profil, aturan dan jenis status masing masing
lainnya. Hal ini perlu dipersiapkan oleh mahasiswa agar mereka siap menjalani
kehidupan di masyarakat dan dunia kerja setelah di gembleng dalam didikan
kampus agar siap guna dan memberi manfaat.
Lalu apa saja yang harus
dipersiapkan agar mahasiswa ini dapat bersaing dan beradaptasi di lingkungan
masyarakat dan pada lingkungan tempat dimana mereka bekerja. Tentunya akan sangat
banyak hal yang harus dilakukan agar dapat menjadikan lulusan dari tiap kampus
benar benar menjadi seorang yang berguna dan bahkan menjadi pembeda dalam peran
serta untuk kemajuan peradaban.
Akan tetapi ada satu persamaan
antara kehidupan kampus dan lingkungan masyarakat yaitu sebuah kebiasaan atau
adat yang tidak tertulis dan itu adalah sopan santun yang tidak berubah sedari
dulu, terutama dalam hal cara berkomunikasi. Mahasiswa hari ini tidak jarang
juga mereka terlalu mengabaikan etika dalam berkomunikasi dengan orang yang
lebih tua dari usia sendirinya contohnya adalah dosen sebagai pendidik.
Baik dalam menyampaikan pendapat secara
langsung (lisan) ataupun dalam tujuan yang lainnya yang bersifat tulisan
contohnya dalam mengirim e-mail, mengirim pesan teks via Whatsapp dan SMS entah
itu untuk tujuan mengirimkan tugas mereka atau bahkan hanya sekedar meminta
izin untuk tidak bisa mengikuti kelas. Mereka cenderung lebih langsung ke inti
permasalahan atau penyampaian tujuan mereka tanpa berbasa basi dengan kata atau
kalimat pembuka dan hal ini adalah kebiasaan yang salah dan diharapkan tidak
terbawa sampai mereka terjun ke dunia industri kelak ketika mereka bekerja
sebagai professional.
Dan berikut ini adalah beberapa
tips dalam hal etika berkomunikasi(tulisan)
dengan dosen atau guru via e-mail, WA, atau SMS :
- Gunakan pemilihan diksi yang dapat mewakili tujuan kita dan selalu gunakan kata yang baku dan formal, contohnya : jangan menggunakan kata ‘Aku’ ‘Gue’ tapi gunakanlah kata ‘Saya’ dan tidak disingkat semisal : ‘dengan’ disingkat menjadi ‘dgn’
- Jangan menggunakan kalimat atau kata-kata yang lebay atau alay, sehingga menyulitkan penerima dalam membaca pesan, terutama bagi dosen atau guru yang sudah sepuh
- Sebelum penyampaian tujuan, usahakan untuk memberikan salam dan perkenalan diri, misalnya : “Selamat Pagi Pak, Saya Gibran mahasiswa bimbingan skripsi Bapak”
- Sampaikan tujuan anda dengan jelas dan tanpa bertele-tele, misalnya : “Saya mohon persetujuan dari Bapak untuk mengajukan sidang skripsi”
- Selalu menyampikan ucapan terima kasih pada akhir kata penutup setelah tujuan kita terpenuhi
- Agar pesan anda dapat dibaca, maka perhatikanlah waktu
Dari tips diatas dapat disimpulkan secara sederhana memiliki 4 komponen penyusun yaitu sapaan, perkenalan diri, penyampaian maksud dan tujuan, dan kalimat penutup berupa ucapan terima kasih dan tambahan berupa tandatangan(signature) pada e-mail agar dapat dikenali. Dan tips diatas adalah sebagian sering yang biasa digunakan dalam hal etika berkomunikasi dalam dunia kampus, semoga bermanfaat
Belum ada Komentar untuk "Tips Etika Dalam Berkomunikasi Dengan Dosen atau Guru"
Posting Komentar