Mencengangkan Peringkat Minat Baca Indonesia di Dunia
Apakah kita pernah bertanya pada diri sendiri atau hanya sekedar membayangkan seberapa jauh sih minat baca orang Indonesia di Dunia ?
Lalu
seberapa pentingkah tingkat urgensi membaca dalam kehidupan
sehari-hari, apakah ada pengaruh yang ditimbulkan jika kita malas dalam
membaca ditengah gempuran informasi di internet? Dan seberapa parah kah efek yang dapat di timbulkan jika kita
malas untuk membaca?
Diatas
merupakan pertanyaan dasar yang saya pikirkan dahulu sekali sebelum
bangsa ini ramai-ramai memposting sebuah gambar infografik di media sosial mengenai
peringkat minat baca Indonesia di dunia. Ya, karena saya dahulu
membiasakan diri untuk belajar dari orang di lingkungan sekitar
terutamanya orang tua. ada banyak orang tua yang tidak bisa membaca dan
menulis terutama mereka yang berumur di atas 70 tahunan yang sudah hidup
dari zaman penjajahan Belanda dan Jepang.
Atas
kondisi itulah perhatian mengenai minat baca dan menulis menjadi
perhatian bangsa ini tak terkecuali dengan anak muda sebagai penerus
peradaban sebuah bangsa. Menurut data yang dikeluarkan oleh UNESCO dan juga
menurut survey dari sebuah universitas di Amerika tepatnya Central
Connecticut State University ternyata peringkat minat baca Indonesia di
Dunia ada pada urutan paling bawah yaitu peringkat 60 dan disusul oleh
negara Botswana negara yang berasal dari Afrika Selatan dengan peringkat
ke 61
Dengan
peringkat minat baca tersebut tidak heran mengenai kejadian dahulu
yaitu seorang pengunjung situs e-commerce yang berencana membeli sebuah
barang berupa smartphone dengan harga yang sangat miring, alih alih
membeli barang tersebut yang datang malah casing handphone, hingga
pembeli tersebut marah marah dan komplain ke penjual.
Diyakini
pembeli tersebut langsung melakukan transaksi tanpa membaca deskripsi
produk terlebih dahulu dan hanya fokus pada gambar produk saja dan sepertinya malas untuk membaca.
Atas
dasar itulah dapat disimpulkan bahwa kita mungkin sangat malas sekali
untuk membaca bahkan hanya untuk membaca deskripsi produk atau jasa yang akan kita
pakai sekalipun yang ditawarkan secara online. dan hasilnya lumayan
fatal jika kita salah dan tidak teliti sebelum membaca terlebih dahulu.
Langkah Pemerintah Dalam Meningkatkan Minat Baca Indonesia di Jawa Barat
Agar
masyarakat dapat tumbuh minat nya dalam membaca, maka diperlukan pula
infrastruktur dan kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi ataupun
mendapatkan tempat bacaan yang berkualitas sehingga hal ini menjadi
fokus perhatian dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DISPUSIPDA) Jawa Barat dalam menggenjot minat baca.
Ridwan
Kamil lewat program inovatif nya membuat gerakan membaca yaitu Kolecer
(Kotak Literasi Cerdas) dan Candil (Maca Dina Digital Library) yaitu
sebuah perpustakaan jalanan yang nantinya akan disebar diseluruh provinsi
Jawa Barat di 600 titik pada 27 kabupaten/kota dalam 5 tahun mendatang.
sehingga anak-anak muda tidak selalu bermain dengan gawai(gadget) yang isinya tidak selalu menyampaikan informasi positif.
Diharapkan kita semuanya memiliki kesadaran untuk menumbuhkan minat baca, baik dengan media kertas (misal :buku) bahkan media elektronik atau yang biasa disebut dengan e-book agar dapat merangsang otak berpikir lebih tajam dan teliti tentunya dalam membeli produk, hehe..
Belum ada Komentar untuk "Mencengangkan Peringkat Minat Baca Indonesia di Dunia"
Posting Komentar